Purwakarta, 16-17 November memperoleh berkah kepedulian sesama. CSR (Corporate Social Respons) Telkom dan Republika memberikan pelatihan kepada para guru untuk meningkatkan motivasinya agar menjadi guru/pendidik berkualitas.

Tak  tanggung–tanggung,  mereka mendatangkan para ahli sebagai motivator. Palupi A A, pengasuh rubric opini Republika, memberikan trik mendongkrak potensi menulis para guru. Suhartono, Irwan dan Heri, Petinggi – petinggi Telkom pun dikerahkan untuk memelekkan guru terhadap perkembangan dan cara memanfaatkan perkembangan teknologi. Farhan, presenter kondang ibu kota membekali guru dengan berfikir kreatif dan mampu memilah serta mengimplementasikan kreatifitas tersebut bagi kemajuan berfikir (merencanakan) dan berbuat untuk pencapaian hasil yang optimal. Leila Mona Ganiem, Pakar kepribadian yang mendorong para guru untuk memandang masa depan melalui anak didik. Menumbuhkan kecintaan, kasih saying dan kepercayaan bahwa guru adalah tokoh besar yang mampu menetaskan tokoh-tokoh besar lainnya dikemudian hari melalui sikap terbaik guru.

Erie Sadewo, Pendiri dompet Dhu’afa yang telah pensiun dari lembaga yang dipimpinnya, kini menjadi ketua yayasan yang mengelola lembaga pendidikan School Excellent (sekolah bagi anak-anak tak mampu secara ekonomi namun berprestasi), School Smart  (bagi keluarga mampu). Dengan pengalamannya  yang malang melintang berjuang untuk kesejahteraan orang lemah menitipkan pesan ketaqwaan untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Erie manamkan keyakinan bahwa guru terbaik adalah guru yang perilaku dan akhlaknya terpuji disamping kompetensi yang dimilikinya. Erie membakar semangat guru untuk menimbulkan patriotisme pada murid agar muncul pemimpin yang peduli pada kesejahteraan rakyat Indonesia.

Pembicara lain adalah, Edy, pakar komunikasi yang menjabat posisi vice president di Telkom, memberikan motivasi menjalin komunikasi yang efektif agar pencapaian maksud dan tujuan komunikasi tercapai. Yang menarik dari buku Edy  adalah asumsi yang mengatakan bahwa satu saat orang miskin akan kehilangan penghasilan sampai tidak punya sesuatupun untuk dimakan, sampai akhirnya si miskin akan memakan si kaya. Artinya komunikasi harus dilakukan untuk mensejahterakan satu sama lain.

Pada pelatihan tersebut, dari lima terbaik, 3 guru dari Al-Muhajirin memperoleh predikat penulis terbaik, mereka adalah Rudy Ramdani, S.Pd  (Ke-1), Sri Mugiyati, S.E (ke-4) dan Lya Yulindaria, S.Si (ke-5). (Chadijah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s