Sejarah Pontren Al-Muhajirin

BERBICARA tentang Pontren Al-Muhajirin yang memiliki motto Berfikir Dinamis, Berakhlak Salaf. Beraqidah Ahli Sunah Waal Jamaah, dan memiliki visi Terwujudnya komunitas umat yang sholeh, cerdas, terampil, dan mandiri serta misi untuk mencetak mukmin sholihin. imam al-muttaqin, dan ulama al-amilin tentu tidak lepas dari sejarah.

Nama Al-Muhajirin diberikan, karena pembangunan pondok pesantren ini merupakan kelanjutan dari pembangunan masjid jami yang bertempat di komplek Perumahan Oesman Singawinata yang diberi nama Al-Muhajirin. Dalam pembangunan masjid itu KH Abun Bunyamin sebagai ketua panitia merangkap Ketua RW 11 Kelurahan Nagrikaler pada waktu itu.

Sebagai Pengurus Yayasan Al-Wathon KH Abun Bunyamin bersama sejumlah tokoh lainnya berencana membeli sebidang tanah seluas 3.100 m2. kemudian dibentuk panitia penerimaan wakaf yang diketuai Bambang Sutaryono yang kemudian bertugas mencari dana dan bisa membangun gedung TKA/TPA berlantai dua.

Bulan Mei 1991. panitia membuat brosur penerimaan santri baru sekaligus anak yatim dan anak tidak mampu, dari hasil penyebaran brosur tersebut terdaftar santri sebanyak IS orang yang berasal dari Purwakarta. Sumedang, Karawang, dan Subang.

Karena yang mendaftar kebanyakan anak-anak dari keluarga tidak mampu, maka untuk kebutuhan biaya makan anak-anak tersebut sebagian ditanggung para donatur.

Pada bulan Juli 1992 kemudian mendirikan Madrasah Tsanawiyah serta pembangunan Pondok Pesantren Al-Muhajirin di Jalan Veteran Gang Kenanga 11 Kebon Kolot Purwakarta melalui panitia pembangunan yang dipimpin Afif Anwari berserta teman-temannya. Santri pada saat itu. bertambah menjadi 52 orang.

Sedangkan untuk pengajaran kitab yang dimulai sejak sore (Ashar). Maghrib, dan Subuh ditangani langsung oleh KH Abun Bunyamin. Pada tanggal 7 Februari 1993 bertepatan dengan 15 Syaban 1413 H diresmikan bangunan Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang baru oleh Bupati Purwakarta H Soedarna TM. SH. dan ptndahlah seluruh santri dari Jalan Veteran 163 ke Gang Kenanga II.

“Saya ditemani oleh Drs Sofyan Sulaeman dan Ustadz Ade Rosyidin guru kitab salaf alumni Pesantren Miftahul Huda Manonjaya waktu peresmian Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Karena waktu itu KH Khoer Affandi (Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya) dan KH AF Gojali dari Bandung memberikan ceramah peringatan Maulid Nabei Muhammad SAW.” kata KH Abun.

Juli 1994 santri bertambah menjadi 82 orang. Namun demikian para pengajar Pontren Al-Muhajirin itu sampai tahun 1995 belum menginap di pesantren, sehingga setiap malam setelah santri tidur pukul 22.00 WIB para pembimbingnya pulang ke rumah yang berlokasi di Jalan Veteran 155 dan kembali lagi pukul 04.00 WIB untuk membangunkan para santri yang pada saat itu lokasi pesantren masih berbentuk kebun yang penuh dengan ilalang, pohon bambu, dan pohon rambutan.

Yang patut disyukuri, kata KH Abun Bunyamin, dari tahun ke tahun Pontren Al-Muhajirin dapat berkembang walaupun banyak tantangan dimana sampai saat ini telah memiliki 2.000 orang santri dari mulai Play Group. TKA. TPA/MDA. SD Plus. MTs. SMP. MA. SMA. dan STAI dengan guru dan pegawai mencapai 250 orang dan santri yang mondok 1.000 drang santri lebih termasuk anak yatim dan yang tidak mampu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s