Program Rintisan Pendidikan 12 Tahun

Di Kabupaten Purwakarta

Deskripsi

Merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam upaya meningkatkan perluasan akses dan pemerataan memperoleh layanan pendidikan bagi seluruh warganya tanpa adanya diskriminasi atau kendala/hambatan karena faktor ekonomi, sosial budaya, gender, transportasi, geografi atau lainnya.

Analisis

Angka Partisipasi Kasar Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 9 Tahun di Purwakarta pada tahun 2008/2009 telah mencapai 102,34 %. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Purwakarta telah tuntas paripurna melaksanakan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. Pada tahun 2006 Kabupaten Purwakarta mendapatkan Penghargaan “ Widyakrama” dari Presiden Republik Indonesia, sebagai prestasi tertinggi dalam pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun.

Sebagai tindak lanjut atas  keberhasilan penuntasan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun, Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah mencanangkan Program Rintisan Wajib Belajar Pendidikan Menengah 12 Tahun sejak tahun 2009. Program ini bertujuan untuk :

  1. Mencegah siswa putus sekolah pada jenjang Pendidikan Menengah (SMA, SMALB, SMK dan MA, Negeri dan Swasta) di Purwakarta.
  2. Menampung lulusan SMP/MTs/SMPLB atau yang sederajat agar melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.
  3. Membantu siswa yang mengalami kesulitan memperoleh kesempatan memperoleh pendidikan yang disebabkan oleh kondisi ekonomi, geografi, transportasi, sosial budaya dan lainnya.
  4. Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pada jenjang Sekolah Menengah

Berbagai kebijakan, program dan kegiatan telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta, namun harus diakui bahwa saat ini pelaksanaan Program Wajib Belajar Pendidikan Menengah 12 tahun masih dititikberatkan atau diprioritaskan pada aspek peningkatan perluasan dan pemerataan akses memperoleh layanan pendidikan pendidikan seperti :

  1. Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) khususnya untuk SMK
  2. Rehabilitasi sedang/berat ruang kelas/bangunan sekolah.
  3. Bantuan Operasional Sekolah untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (BOSDA) yang bertujuan untuk memberikan bantuan biaya kebutuhan mendasar dan pokok bagi siswa jenjang SLTA Negeri dan Swasta dari keluarga miskin dalam bentuk bantuan operasional yang diberikan kepada lembaga/sekolah.
  4. Bantuan Jaminan Pendidikan Siswa Miskin bagi anak SMA/SMK/MA dari keluarga miskin melalui Kartu Multi Guna dan SKTM.
  5. Bantuan sarana penunjang kegiatan belajar.

 

Sedangkan aspek peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan, peningkatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik serta penguatan katahanan budaya tetap dilaksanakan meskipun baru menjadi prioritas selanjutnya. Kegiatan yang mendukung mendukung Program Wajar Dikmen 12 Tahun pada aspek tersebut antara lain :

  1. Peningkatan manajemen pendidikan
  2. Penambahan guru adaptif, normatif dan produktif pada SMK
  3. Peningkatan mutu sekolah menuju Sekolah Bertaraf Internasional
  4. Pengembangan sekolah yang berwawasan lingkungan
  5. Pelatihan kompetensi siswa
  6. Pengembangan dan peningkatan mutu kesenian

Yang perlu kita fikirkan bersama saat ini adalah bagaimana upaya kita untuk mempercepat penuntasan Wajar Dikmen 12 tahun. Kondisi saat ini memang menunjukkan adanya kemajuan dalam pelaksanaan Program Wajar Dikmen 12 tahun, hal ini terlihat dari APK jenjang SLTA yang selalu memingkat dalam tiga tahun terakhir. Yaitu 61,33 % pada tahun 2007/2008 meningkat menjadi 72,14 % pada tahun 2007/2008, dan 77,78 % pada tahun 2009/2010.

Namun kalau kita lihat Angka Partisipasi Murni jenjang SLTA yang hanya mencapai 70,75 % tentu merupakan kondisi yang sangat memerlukan pemikiran, perhatian dan tindakan nyata. Karena artinya bahwa dari jumlah 100 penduduk usia 16 s.d 18 tahun, masih ada kurang lebih 30 anak yang belum menempuh pendidikan/bersekolah di SLTA.

Permasalahan

Beberapa permasalahan yang menjadi kendala atau hambatan Program Wajib Belajar Pendidikan Menengah 12 Tahun ini, antara lain adalah :

  1. Kondisi ekonomi masyarakat yang menuntut anak untuk bekerja membantu ekonomi dari pada harus bersekolah ke tingkat SMA.
  2. Ada anggapan awal bahwa orang tua secara ekonomi tidak akan mampu menyekolahkan anaknya pada tingkat SMA.
  3. Kemampuan Pemerintah dalam mengalokasikan anggaran Program Wajar Dikmen 12 Tahun masih kurang memadai walaupun terus ditingkatkan.
  4. Jumlah lembaga jenjang SLTA masih kurang dan penyebarannya tidak merata.
  5. Masih adanya perusahaaan yang mempekerjaan anak cukup lulusan SMP atau sederajat.

Solusi dan Upaya Tindak Lanjut

Tindakan yang kami anggap dapat memberikan solusi dan tindak lanjut atas permasalahan yang terjadi adalah :

  1. Pemberian BOS SLTA secara menyeluruh kepada siswa sebagaimana sudah dilaksanakan pada jenjang SD dan SMP.
  2. Pemberian bantuan Jaminan Pendidikan Siswa Miskin (JPSM) bagi siswa tingkat SMA.
  3. Peningkatan/pemberian bekal ketrampilan lebih spesifik pada siswa (khususnya SMK) agar setelah siswa lulus dari SLTA sudah memiliki bekal untuk bekerja.
  4. Pembangunan Unit Sekolah Baru dan Ruang Kelas Baru, dengan mempertimbangkan laju pertumbuhan penduduk yang semakin menurun.
  5. Rehabilitasi ruang/gedung sekolah.
  6. Program pendidikan Kejar Paket C.
  7. Program pendidikan kelas jauh atau satu atap (terpadu).
  8. Pemberian beasiswa baik siswa miskin maupun siswa berprestasi.

Rekomendasi ke Gubernur atau ke Pusat

Beberapa rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat yang kami harapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan, program dan kegiatan yang terkait dengan program pendidikan 12 tahun adalah :

  1. Perlunya penyediaan anggaran yang lebih besar untuk meningkatkan perluasan akses dan pemerataan memperoleh layanan pendidikan pada jenjang SLTA.
  2. Perlu terus diupayakan bantuan jaminan pendidikan siswa miskin bagi anak SMA/SMK.
  3. Pembangunan USB dan RKB SMK masih perlu ditingkatkan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi daerah sehingga lebih menarik minat siswa untuk melanjutkan sekolah.

 

 

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s